link href="'http://i856.photobucket.com/albums/ab121/freedom9_bucket/LOGOAL-ANSHOR.jpg'">rel="'Shortcut icon'"/>

Petunjuk Praktis Bermeditasi

Ketahuilah,

Apapun yang menjadikanmu tergetar,

itulah yang terbaik bagimu!

Dan karena itulah hati seorang

pencinta lebih besar daripada

Singgasana (‘arsy) Tuhan

(Rumi, 6400)

Ada banyak cara berbeda untuk bermeditasi. Ini adalah yang paling sederhana dan paling mudah untuk memulainya.

1. Duduklah senyaman mungkin. Carilah tempat yang tenang (lebih dianjurkan – tetapi tidak harus).

2. Pejamkanlah mata Anda.

3. Tariklah nafas sedikit tapi dalam, semua jalan hingga ke perut bawah Anda, lalu perlahan-lahan hembuskan. Duduklah beberapa menit untuk membiarkan jantung dan nafas Anda perlahan-lahan turun/melambatkan. Lanjutkan konsentrasi (focus on) dan aturlah nafas Anda.

4. Dengan lembut bawalah perhatian Anda kepada suatu kata khusus… kata apa saja yang Anda rasa menarik untuk… mencintai, merasakan kedamaian, kekuatan, dan lain lain atau memilih salah satu asma Allah dari Asma-al-Husna. Hiruplah sambil mengucapkan suatu kata… bernafas dengan kualitasnya… atau dengan kata lain: merasakan kualitasnya.

Anda mungkin ditarik menuju suatu kata yang berbeda setiap hari… ketika Anda menyesuaikan diri Anda, maka Anda akan mendapatkan suatu perasaan/pengertian dari apa yang Anda ucapkan dari kata yang butuhkan.

5. Biarkan perasaan dan pikiran Anda datang dan pergi dengan lepas tanpa terpengaruh. Jangan mencoba untuk mengendalikannya dengan jalan apa pun. Perhatikan saja perasaan dan pikiran anda itu dan ketika Anda menyadari bahwa Anda tidak (sekadar) mengulang-ulang kata, dengan lembut kembalilah kepada kata itu. Jangan mencoba untuk memaksa diri Anda untuk berpikir tentang kata itu dengan mengeluarkan semua pikiran lainnya.

6. Bermeditasilah cukup selama 10- 20 menit.

7. Jika semua itu sudah Anda laksanakan, ambil-lah beberapa menit untuk perlahan-lahan kembali ke kesadaran normal.

Meditasi adalah cara untuk memperoleh kesadaran yang sederhana, tak ada yang lain. Itu semacam cara untuk menghubungkan kita kepada Sumber Kita Yang Terdalam dan sambil melepaskan diri dari genggaman berbagai hal dan aturan-aturan yang seperti : pekerjaan, kecemasan dan rutinitas.

Meditasi merupakan praktek untuk tetap konsistens dan sabar.

Inayat Vilayat Khan, “Meditasi dapat dengan sangat mudah menjadi suatu perjalanan ego, dan satu-satunya cara untuk menghindarkan ini adalah dengan memelihara dimensi penghambaan di dalam meditasi.”

Laa hawla wa laa quwwata illa billah!

Sumber : qitori


Related Posts with Thumbnails free counters

Lembaga Pendidikan Islam dan Sosial "AL-ANSHOR" © 2011-2015 by Al-Anshor.

TOPO